MAYANTARA, Batu Bara – Di ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Batu Bara, suasana pagi yang tenang berubah menjadi penuh semangat dan diskusi intensif saat para anggota DPRD dan pejabat pemerintah berkumpul untuk mendengarkan pandangan umum fraksi terhadap Nota KUA-PPAS R.APBD Tahun Anggaran 2025. Senin, (15/7/2024).
Rapat yang dimulai pukul 10.00 WIB ini menjadi momen penting dalam menentukan arah pembangunan Kabupaten Batu Bara tahun depan.
Ketua DPRD Kabupaten Batu Bara, Bapak Safi’i, SH, membuka rapat dengan penuh antusiasme. “Rapat ini adalah kesempatan bagi kita semua untuk memberikan masukan yang konstruktif demi kemajuan daerah kita,” ujarnya.
Pandangan Umum Fraksi
Setiap fraksi di DPRD memiliki pandangan yang berbeda, namun satu tujuan: kemajuan dan kesejahteraan Kabupaten Batu Bara.
Fraksi PDI Perjuangan, yang diwakili oleh Bapak Amirtan, menekankan pentingnya kebijakan pembangunan yang berpihak kepada masyarakat. Mereka berharap perluasan akses infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan dapat menjadi prioritas utama. “Kami berharap dokumen KUA-PPAS R.APBD 2025 dipersiapkan dengan matang dan serapan anggaran dapat dipercepat,” tegasnya.
Fraksi Golkar, melalui Bapak Rohadi, mengapresiasi target pendapatan daerah yang lebih realistis. Mereka menyoroti pentingnya belanja daerah yang disusun sesuai kondisi riil dan mendorong adanya penjelasan penggunaan belanja bunga. “Target penganggaran belanja daerah harus lebih kecil dari pendapatan untuk menghindari defisit,” ujar Rohadi.
Fraksi Gerindra, yang pandangannya disampaikan oleh Bapak Ahmad Fahri Meliala, menganggap tahun 2025 sebagai tahun transisi penting menuju RPJMD Kabupaten Batu Bara 2025-2030. Mereka mendorong pencapaian target PAD dan efisiensi pelaksanaan anggaran agar defisit bisa dihindari.
Fraksi PAN melalui Bapak Suprayitno, fokus pada optimalisasi potensi PAD dan peningkatan belanja bantuan sosial. Mereka juga menekankan pentingnya peningkatan layanan kesehatan dan prinsip-prinsip penyusunan anggaran yang efisien dan transparan. “Pemerintah Daerah harus lebih aktif menggali sumber PAD dan meningkatkan koordinasi internal OPD,” katanya.
Fraksi Demokrat, diwakili oleh Bapak Syahril Siahaan, menyoroti pentingnya pencapaian selama tahun berjalan sebagai tolak ukur penyusunan anggaran. Mereka menginginkan agar serapan dan realisasi anggaran dapat maksimal.
Fraksi PKS, yang diwakili oleh Bapak M. Abduh Afrian Marpaung, SKM, mendorong pembahasan KUAPPAS 2025 secara serius dan efisien di setiap komisi.
Fraksi NasDem, walau tanpa kehadiran perwakilannya, menyampaikan melalui catatan tertulis bahwa alokasi dana harus tepat sasaran dan optimalisasi pencapaian indikator sasaran menjadi fokus utama. Mereka juga mendorong optimalisasi sumber-sumber pendapatan daerah baru.
Fraksi PPP, yang disuarakan oleh Bapak Heri Suhandani, SE, SH, menyoroti pentingnya indikator sasaran kemiskinan dan IPM yang masih rendah. Mereka juga menekankan penyelesaian cicilan utang pemerintah daerah.
Fraksi PBB, melalui Bapak Sarianto Damanik, SE, meminta pemerintah segera merealisasikan hak-hak PNS/ASN dan honorer untuk mendorong semangat kerja dan roda ekonomi daerah.
Fraksi NKB, diwakili oleh Bapak Mukhlis, BN, mengapresiasi penyampaian Nota KUA-PPAS dan mendorong transparansi dalam penyusunan anggaran serta perhatian pada pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas SDM.
Penutup
Pandangan umum yang disampaikan oleh masing-masing fraksi mencerminkan berbagai aspirasi dan harapan masyarakat Kabupaten Batu Bara. Diskusi yang terjadi di ruang rapat ini bukan hanya tentang angka dan kebijakan, tetapi tentang masa depan dan kesejahteraan bersama. Semangat kolaboratif dan kritis dari para anggota DPRD menunjukkan komitmen mereka untuk menjadikan Kabupaten Batu Bara lebih baik di tahun 2025.
Acara yang berlangsung hingga siang hari ini ditutup dengan harapan agar seluruh masukan dapat diakomodasi dalam pembahasan selanjutnya, membawa Batu Bara menuju masa depan yang lebih cerah dan sejahtera. (Roy)



